Rabu, 23 November 2011

Ancaman Serius Umat Kristen Di Indonesia

Wed Jan 16, 2008 7:43 am
Ancaman Serius Umat Kristen Di Indonesia


LP3ES mengeluarkan buku mengnai Sensus Etnis dan Agama di Indonesia.
Tahun perbandingan yang dipakai adalah tahun perbandingan tahun 1971 dan
2000. Yang akan kami soroti adalah disini Sensus Agama.

Berdasarkan sensus tersebut, maka % agama Kristiani meningkat dari
7,39% menjadi 8,92%. % Agama Islam juga meningkat dari 87,51% menjadi
88,22%. Sebaliknya agama Budha dan Konghucu mengalami penurunan drastis.
Pertumbuhan agama Kristiani di Indonesia meningkat 2,48% paling tinggi bila
dibandingkan dengan pertumbuhan agama lainnya.

Sekilas tampak baik-baik saja. Tetapi jika dicermati lebih lanjut,
hasil sensus tersebut memperlihatkan ancaman strategis terhadap umat
Kristiani. Lebih-lebih jika kita menyimak juga hasil sensus tahun 1985 yang
dalam buku tersebut tidak diteliti.

Ancaman tersebut nampak dari penetrasi agama Islam ke daerah-daerah
dan kantong umat Kristiani. Ini tampak dari mengecilnya % umat Kristiani
dan meningkatnya % umat Islam di propinsi-propinsi yang mempunyai
kantong-kantong umat Kristiani cukup besar:

1. Di Papua, % umat Islam meningkat sehingga menjadi 24%, bahkan di
Jayapura % umat Islam sudah mencapai 46%.
2. Di Maluku, % umat Islam meningkat dari 47% menjadi 60%. Bahkan
dengan adanya pemisahan Maluku Utara (yang 85% Muslim), % umat Islam di
Maluku (tidak termasuk Maluku Utara) hampir menyamai umat Kristiani. Dengan
trend seperti itu dalam waktu 30 tahun ke depan, di Maluku umat Kristiani
akan menjadi minoritas seperti di Lebanon.
3. Di Sumatera Utara, % umat Islam meningkat dari 60% menjadi 65%,
umat Kristen sudah mulai menjadi minoritas.
4. Di Kalimantan Barat, % umat Islam yang semula 42% menjadi 57%.
5. Di Sulawesi Tengah, % umat Kristiani turun dari 24% menjadi 17%
6. Di Sulawesi Utara, umat Islam yang semula sedikit lebih kecil
menjadi lebih besar dari umat Kristiani. Dengan adanya pemisahan Gorontalo,
umat Kristen memang masih mayoritas dengan 69%.
7. Di Nusa Tenggara Timur % umat Kristiani turun dari 88% menjadi
87%.

Kita melihat bahwa propinsi dimana umat Kristiani menjadi mayoritas
kini hanya ada 3 yaitu Papua yang mengalami Islamisasi secara drastis,
Sulawesi Utara yang mungkin akan cukup bertahan dalam jangka waktu relatif
lama, dan Nusa Tenggara Timur satu-satunya propinsi dimana umat Kristiani
masih cukup mempertahankan posisinya. Sulawesi Utara sebagian besar
Protestan, NTT kebanyakan Katolik, Papua mayoritas Protestan di sebelah
utara dan Katolik di sebelah selatan.

% umat Kristen meningkat di propinsi lainnya. Namun peningkatan
tersebut walaupun secara kuantitatif cukup besar namun secara substansial
tidak berarti karena dari sudut % umat Kristiani jarang yang mencapai 10%.

Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa di atas:
1. Migrasi umat Kristiani dari daerah Kristen ke wilayah Diaspora.
Sebagai contoh banyak orang Batak pergi ke daerah Sumatera lainnya dan pulau
Jawa.
2. Sebaliknya umat Islam transmigrasi dari wilayah Islam ke wilayah
bukan Islam. Hal ini bukan saja ke wilayah Kristen, tapi juga ke Propinsi
Bali yang notabene Hindu, disana umat Islam meningkat dari 5% menjadi 10%.
Suku yang migrasi antara lain suku Jawa dan Makassar/Bugis. Mereka tetap
mempertahankan Islamnya dan tidak ada indikasi yang membuktikan bahwa mereka
berpindah menjadi Kristen dalam jumlah besar.
3. Jika kita melihat Sensus 1985 maka migrasi tersebut lebih pesat
lagi terjadi setelah tahun 1990 saat Soeharto merangkul ICMI. Di Papua
misalnya menurut Sensus 1985, umat Kristen masih 88% tapi kini tinggal 75%.
Hal ini menunjukkan bahwa ada program Islamisasi Indonesia yang terencana
dan terkoordinasi.
4. Keberhasilan penginjilan terutama terjadi pada etnis Tionghoa yang
semula beragama Budha atau Konghucu.
5. Dari unsur strategi, tampak bahwa strategi umat Protestan kurang
begitu canggih. Umat Katolik lebih mampu mempertahankan diri dalam
membendung Islamisasi.

Trend dan bahaya apa yang akan terjadi di masa yad?

1. % umat Kristiani masih akan meningkat sampai mencapai 10% dari
penurunan % agama Budha dan Konghucu, tetapi sesudah itu akan mulai
slowdown. Usaha penginjilan terhadap umat islam akan mendapat tantangan
keras dan bukan tidak mungkin umat islam fundamentalis akan bergerak
menghambat umat Kristiani.
2. Kantong-kantong Umat Kristen di Indonesia semakin sedikit. Umat
Kristen menjadi umat diaspora dengan % yang kecil dan posisi yang rentan.
Situasi ini akan menyerupai umat Kristen Nestorian (yang dijuluki Protestan
Timur) yang berdiaspora di awal millenium ke 2 di seluruh Irak, Iran, dan
Asia Tengah, namun saat ini hampir tidak tersisa terutama setelah penumpasan
sistematis oleh Timurlan (baca Anne Ruck dalam bukunya Gereja di Asia).

Ancaman Strategis ini tidak akan dirasakan seketika. Ada masa-masa
pertumbuhan dan kemunduran. Namun trend jangka panjangnya akan memburuk.
Memburuknya trend secara perlahan-lahan akan membuat umat Kristiani
terperangkap, mirip dengan gejala "the Frog in the Kettle". Mungkin
generasi kita tidak akan merasakannya, namun anak-cucu kita tidak mustahil
akan merasakan tekanan yang berarti. Tekanan tersebut akan semakin besar,
sehingga sedikit demi sedikit umat Kristiani akan semakin berkurang.
Pengurangan tersebut bisa diakibatkan oleh % pertumbuhan yang lebih kecil
dibandingkan orang Islam, oleh konversi karena tekanan sosial ekonimi dan
politis, dan oleh migrasi umat Kristiani yang lebih mampu secara ekonomis
(sebagaimana yang dilakukan umat Kristen Irak atau Lebanon). Migrasi
tersebut akan semakin menyudutkan umat Kristiani yang tertinggal, baik
secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif karena jumlah
mereka akan berkurang, dan secara kualitatif kar ena mereka akan dinilai
tidak patriotik dan antek Barat.

Semoga Tuhan tidak membiarkan ini terjadi, dan banyak umat Kristiani
yang dilimpahi kebijaksanaan. Bagaimanapun kita sudah diingatkan untuk
cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Juga adalah lebih baik bagi
para pendeta untuk berhenti gontok-gontokan dan rebut merebut umat tetangga,
sebab masa seperti itu seharusnya sudah lama berlalu, tetapi kini saatnya
untuk menyatukan diri dan merapatkan barisan untuk menghadapi ancaman
strategis yang berbahaya di masa yang akan datang.

http://www.freelists.org/archives/mahas ... 00002.html

5 komentar:

Anonim mengatakan...

memang sudah seharusnya begitu..

Dana Jaya mengatakan...

sya sgt tdk stju dgn sensus agama, sbab adya sensus ini seolah-olah mengibarkn perang antra islam dng kristen dan mmbhayakn negara indonesia mnjdi pecah .

Lukas mengatakan...

Pendidikan atau pengajaran teologia dasar-dasar iman kristiani perlu diajarkan dengan sungguh-sungguh oleh gereja atau para orang tua, agar umat mempunyai dasar iman yang kuat dan dapat menjelaskan keyakinan imannya kepada semua orang.

Anonim mengatakan...

saatnya untuk merenungi di manakah tuhan yang sebenarnya

Anonim mengatakan...

Lukas mengatakan...

Pendidikan atau pengajaran teologia dasar-dasar iman kristiani perlu diajarkan dengan sungguh-sungguh oleh gereja atau para orang tua, agar umat mempunyai dasar iman yang kuat dan dapat menjelaskan keyakinan imannya kepada semua orang.

pelajari semua injil yg ada. dijamin bingung%

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Editing by Bayu Radix Sukses| Re-Design by pkspiyungan